Perkembangan madrasah-madrasah di indonesia

Perkembangan sekolah-sekolah (madrasah –madrasah) islami

            Dapat kita jelaskan bahwa madrasah islam yang ada dibawah naungan kementerian agama terdiri dari tiga macam yaitu : madrasah islam negeri, madrasah islam swasta, dan madrasah rehabilitas.

Pertama, sekolah islam negeri.

Sekolah ini dikembangkan oleh kementerian agama, hingga menjadi salah satu agenda penting bagian pendidikan. Pengembangan sekolah ini menarik perhatian bagi orang-orang yang ingin mengembangkan sekolah swasta. Maksudnya sebagai penguat bahwa keberadaan sekolah islam telah memuliakan Negara, khususnya sebagai teladan dalam pengelolaan pendidikan agama. Dan pengembangan sekolah islam ini telah membantu memajukan pemerintah dan membantu mengawasi sekolah swasta.

Bantuan terhadap sekolah ini sesuai dengan undang-undang yang didasarkan oeh kementrian agama no. 1 tahun 1946 tanggal 19 desember 1946 yang menerangkan bahwa sekolah islam adalah setiap kegitan pembelajaran yang mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan menjadi materi pembelajran secara global. Dan pemberian bantuan tersbut dimulai pada awal tahun ajran baru kepada beberapa provinsi diantaranya yokyakarta,Jakarta, surakarta, bantuan ini berupa :

  1. memenuhi gaji .para guru
  2. pembelian alat –alat sekolah
  3. pembangunan dan perawatan kelas dan gedung
  4. dana biaya administrasi

dan peraturan tersebut juga menetapkan bahwa sekolah islam juga mengajarkan materi umum diantaranya bahsa Indonesia, matematika, membaca, menulis dengan huruf latin pada dekolah ibtidaiyyah. Sedangkan tsanawiyah diajarkan materi geografi, sejarah, kesehatan, biologi fisika . semua materi tersebut diajarkan sepertiga jam dari jam pelajran-pelajran islam. Pembatasan jam pelajaran diusulkan oleh panitia pembahasan pendidikan atas dasar apa yang mereka perhhatikan di sekolah islam yang kurang mem,perhatikan pelajaran umum yang sebenarnya penting dalam kehiduan sehari-hari, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang ilmu iini dan pandangan yang lemah dan wawasan yang sempit.

Menurut peraturan ini tingkat pedidikan di sekolah islam adalah sebagai berikut :

  1. tingkat bawah. Pada tahap ini membutuhkan setidaknya  4 tahun pendidikan ada umur antara 6 hingga 15 tahun
  2. tingkat menengah . pada tahap ini membutuhkan setidaknya 3 tahun dan telah medapatkan rapor dari tigkat bawah saat umur 11 tahun keatas.

Namun terjadi perubahan peraturan pada peraturan no 7 tahun 1952  yang dilaksanakan di seluruh propinsi sehingga timbul pembatasan pada tingkat-tingkat pendidikan pada sekolah islam sebagai berikut :

  1. tingkatan bawah. (MI) selama 6 tahun pendidikan
  2. tingkat menengah (MTs) selama 3 tahun setelah mendpatkan syhadah atau rapor hasil belajar mereka di tingkat bawah (MI)
  3. tingkat menengah atas (MA) selama 3 tahun setelah mendpatkan syhadah atau rapor hasil belajar mereka di tingkat menengah(MTs)

madrasah ibidaiyyah telah banyak meliputi aceh, lampung dan surakarta mash dibawah naungan pemerintah daerah. Kemudian sebanyak 205 MI telah di atur dibawah naungan pemerintah daerah aceh kemudian diserahkan kepada departemen agama sehiingga menjadi Madrasah ibtidaiyyah islamiyyah yang berdasarkan keputusan keemnterian agama no 1 tahun 1959 kemudia sesuai dengan keputusan departemen agama  no 104 tahun 1962 berubahlah sekolah tersebut menjadi madrasah ibtidaiyyah negeri (MIN). sesuai dengan keputusan ini maka pemerintah daerah lampung menyerahkan kepengurusan sekolah slam sebanyak 19 buah kepada departemen agama, begitu juga Pemerintah daerah surakarta juga menyerahkan sebanyak 11 sekolah.

Pada tahun 1967 dibukalah pintu untuk penyerahan kepengurusan sekolah-sekolah islam swasta untuk menjadi negeri  sesuai dengan keputusan departemen agama no 80 tahu 1967. hal ini terjadi hingga tahun 1970 sesuai dengan keputusan departemen agama no 813 tahun 1970 sehingga jumlah madrasah ibtidaiyyah nnegeri pada waktu itu berjumlah 358.

Perkembangan MIN ini tidak jauh berbeda dengan perkembangan MTs. Kebanyakan sekolah tsanawiyah merupakan sekolah swasta, kemudian beralih menjadi negeri. Hal ini bermula pada tahun 1967. pengembangan ini bermaksud untuk membuat contoh madrasah tsanawiyah negeri. Pada tahun 1970 MIN dan MTsN telah berjumlah 182 yang tersebar siseluruh negeri. Kesemuanya berdasarkan keputusan departemen agama no 15, 16 dan 117 tahun 1978 jumlah Mts N telah berjumlah 470 sekolah yang ddikenal menjadi Madrasah Tsnawiyah Negeri.

Adapaun madrasah Aliyah tidak berbeda jauh perkembangannya dengan MtsN dan MIN.  perkembangannya diawal berubahnya sekolah tsaawiyah swasta menjadi sekolah tsanawiyah negeri. Perubahan ini sesuai dengan keputusan departemen agama no 80 tahun 1978, maka terbitlah keputusan tentang perubahan MA di daerah surakarta, magetan jawa timur, palingki Sumatra barat menjadi madrasah aliyah negeri dengan keputusan kementerian agama no 213 tahun 1970 dan no no 15, 16 dan 117 tahun 1978 yang pada saat itu jumlahnya mencapai 43 sekolah.

Transformasi madrsah –madrasah islam swasta menjad negeri telah menghilangkan perbedaan jumlah distribusi geogrfis provinsi, yang dpat dilihat pada jadwal berikut :

No

Provinsi

Jumlah MI

Jumlah MTs

Jumlah MA

1

Aceh

209

35

15

2

Sumatera utara

1

3

3

3

Sumatera barat

2

54

19

4

Riau

1

4

2

5

Jambi

5

13

6

6

Sumatera selatan

14

16

9

7

Lampung

19

8

3

8

Bengkulu

3

7

2

9

Jakarta

1

8

3

10

Jawa barat

5

51

12

11

Jawa tengah

18

50

19

12

Yokyakarta

16

27

9

13

Jawa timur

41

79

34

14

Kalimantan barat

2

5

1

15

Kalimantan tengah

1

3

1

16

Kalimantan selatan

19

26

10

17

Kalimantan timur

4

1

18

Sulawesi utara

4

19

Sulawesi tenga

1

1

20

Sulawesi selatan

7

13

9

21

Sulawesi tenggara

2

8

1

22

bALI

1

23

NTB

3

4

4

24

NTT

1

2

1

25

Maluku

2

1

26

Irian jaya

2

1

27

Timor timur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s